Writers Marketing: COMPETENCY-CREDIBILITY
alam writers marketing, satu aksioma yang tidak bisa dibantahkan adalah “penulis adalah profesi”. Artinya, pekerjaan menulis dan pilihan untuk menjadikan menulis sebagai sumber ekonomi sama dengan profesi lainnya seperti dokter, guru, dosen, atau pengacara. Setiap orang yang memutuskan untuk serius menekuni sebuaj profesi, maka tidak bisa tidak dituntut untuk memiliki kompetensi atau kemampuan untuk melaksanakan profesi tersebut, baik kompetensi secara teoritis maupun secara praktis.
Selanjutnya...
Anggaplah ada sebuah proyek buku fiksi yakni novel detektif yang ingin dikerjakan. Nah, pertanyaanya seberapa kompetitifkah kita untuk menggarap naskah jenis ini; Bagaimana pengetahuan tentang jenis-jenis senjata? Adakah data tentang lembaga intelejen di negara atau lokasi yang dijadikan setting? Apa tingkatan kepangkatan para agen di lembaga intelejen yang akan ditulis? Apakah kasus yang akan diungkap berkaitan dengan teknologi, seberapa cakap kita menguasai praktik teknologi yang akan dipakai dalam cerita tersebut? Dan sederet pertanyaan lainnya yang mungkin dan pasti muncul ketika akan menggarap naskah tersebut. Banyak penulis (pemula) yang menjumpai kesulitan dalam mengerjakan naskah novel detektif. Atau pengalaman yang sama untuk menggarap naskah lainnya, seperti menggarap naskah nonfiksi padahal selama ini terbiasa menulis naskah fiksi. Atau yang belum apa-apa sudah beranggapan bahwa menulis fiksi itu juah lebih mudah dibandingkan menulis nonfiksi, atau sebaliknya. Namun, ada banyak cara juga untuk menjawab semua pertanyaan yang muncul. Ini tergantung dari usaha seseorang dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan. Misalnya, masih berkaitan dengan menulis novel detektif, membeli buku-buku intelejen, buku direktori senjata, menonton DVD atau film bertema detektif, membaca novel-novel detektif, atau berselancar di dunia maya untuk mencari data yang dimaksud adalah sebagian cara yang bisa dilakukan oleh siapapun termasuk penulis pemula sekalipun. Diharapkan dengan melakukan ini sang penulis akhirnya memiliki kompetensi yang memadai untuk menulis dan menghasilkan sebuah naskah novel detektif, meski tema naskah yang dihasilkan tersebut adalah pengalaman pertama. Bahkan jika naskah itu dalam proses atau sudah selesai, adalah pilihan bijak jika bertanya kepada anggota kepolisian, anggota BIN, tentara khusus, anggota Interpol, atau pengamat intelejen sebagai pembaca pertama dan sumber ilmu yang bisa digali lebih jauh. Dengan demikian penulis akan mendapatkan sudut pandang pengalaman dari orang pertama yang bergelut dalam kasus-kasus kriminal. |
||
|

![]() | Today | 208 |
![]() | Yesterday | 265 |
![]() | This week | 1056 |
![]() | This month | 2898 |
![]() | All | 173467 |
![]()
![]()
Tentang Pengelola
Arul Khan- Freelance Writer, Editor, R...