<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for MENULISYUK KOMUNIKATA ~ when words communicate</title>
	<atom:link href="http://www.menulisyuk.com/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.menulisyuk.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 21:25:50 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Writerpreneurship by Jadwal Pelatihan &#124; MENULISYUK KOMUNIKATA ~ when words communicate</title>
		<link>http://www.menulisyuk.com/?p=28&#038;cpage=1#comment-121</link>
		<dc:creator>Jadwal Pelatihan &#124; MENULISYUK KOMUNIKATA ~ when words communicate</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 21:25:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.menulisyuk.com/?p=28#comment-121</guid>
		<description>[...] WRITERPRENEURSHIP Mengupas seluk-beluk bagaimana menekuni profesi sebagai penulis. Batch #9  Mulai Oktober 2010 Batch #10 Mulai Januari 2011 Batch #11 MUlai April 211 Peserta Hanya 3 Orang Lokasi sesuai perjanjian Biaya Rp 1.250.000 (Diskon 50% untuk pemegang kupon Pelatihan WRITERPRENEURSHIP yang dapat diperoleh dari buku A Guide for Writerpreneurship dari penerbit CitraMedia) Fasilitas sertifikat, modul, ebook [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] WRITERPRENEURSHIP Mengupas seluk-beluk bagaimana menekuni profesi sebagai penulis. Batch #9  Mulai Oktober 2010 Batch #10 Mulai Januari 2011 Batch #11 MUlai April 211 Peserta Hanya 3 Orang Lokasi sesuai perjanjian Biaya Rp 1.250.000 (Diskon 50% untuk pemegang kupon Pelatihan WRITERPRENEURSHIP yang dapat diperoleh dari buku A Guide for Writerpreneurship dari penerbit CitraMedia) Fasilitas sertifikat, modul, ebook [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Yuk, Jadi Penulis Tandem by fatihuddin</title>
		<link>http://www.menulisyuk.com/?p=263&#038;cpage=1#comment-116</link>
		<dc:creator>fatihuddin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 14:14:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.menulisyuk.com/?p=263#comment-116</guid>
		<description>Saya mengucapkan terima kasih to menulisyuk.com. Seputar lomba penulisan naskah sejak 2005 aku ketahui dari situs ini,terima kasih, sehingga saya selalu mengikuti perlombaan tingkat nasional penulisan buku pengayaan. Namun hingga detik ini saya hanya memperoleh piagam penghargaan. Terkahir tahun 2010 ikut menulis buku BSE PAI, itupund ikembalikan karena alasan &quot;dummy&quot; yang kurang sempurna. 
Selanjutnya saya mohon bantuannya. Saya ingin sekali menjadi bagian dari penulis tandem ini. Thank&#039;s</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mengucapkan terima kasih to menulisyuk.com. Seputar lomba penulisan naskah sejak 2005 aku ketahui dari situs ini,terima kasih, sehingga saya selalu mengikuti perlombaan tingkat nasional penulisan buku pengayaan. Namun hingga detik ini saya hanya memperoleh piagam penghargaan. Terkahir tahun 2010 ikut menulis buku BSE PAI, itupund ikembalikan karena alasan &#8220;dummy&#8221; yang kurang sempurna.<br />
Selanjutnya saya mohon bantuannya. Saya ingin sekali menjadi bagian dari penulis tandem ini. Thank&#8217;s</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on A Guide For Writerpreneurship [10 Buku Gratis] by Dewi</title>
		<link>http://www.menulisyuk.com/?p=236&#038;cpage=2#comment-110</link>
		<dc:creator>Dewi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 04:32:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.menulisyuk.com/?p=236#comment-110</guid>
		<description>Menulis bukan hal yang mudah jika untuk memenuhi tiap helai kertas tanpa memberi rasa menggurui. Menulis bisa jadi satu cerita dari tiap detik yang sama dari view yang berbeda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis bukan hal yang mudah jika untuk memenuhi tiap helai kertas tanpa memberi rasa menggurui. Menulis bisa jadi satu cerita dari tiap detik yang sama dari view yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on A Guide For Writerpreneurship [10 Buku Gratis] by Administrator</title>
		<link>http://www.menulisyuk.com/?p=236&#038;cpage=2#comment-108</link>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 08:53:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.menulisyuk.com/?p=236#comment-108</guid>
		<description>awal oktober.. ditunggu aja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awal oktober.. ditunggu aja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on A Guide For Writerpreneurship [10 Buku Gratis] by Asma linda</title>
		<link>http://www.menulisyuk.com/?p=236&#038;cpage=2#comment-106</link>
		<dc:creator>Asma linda</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 22:25:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.menulisyuk.com/?p=236#comment-106</guid>
		<description>Menulis bagiku adalah media untuk mengup grade karakterku sendiri. Katanya seperti teko jika isi teko adalah susu maka yang tertuang tak mungkin teh. Nah tidak mungkin tulisan yang baik lahir dari pribadi yang kacau. Tulisan juga cermin, alarm pengingat. &quot;Tulisan saya selalu gini, kok pribadi saya bgini ya. Ah harus berubah&quot;.  Dalam Al Quran sendiri dijelaskan orang yang memberi tau, tapi tidak mengerjakan ancamannya sangat berat.

Kedua, menulis itu buat aku pintar. Selain jadi rajin baca buku, kebiasaan menceritakan kembali dalam ide yang baru membuat otak kita mudah untuk merekam ilmu tersebut.

Ketiga, bagiku menulis itu membuat aku tak tertekan. Gejola apapun yang kurasa, marah, benci, senang, sedih, sayang semua tertuang dalam tulisan jadi aku gak stress merespon gejala hidup ini. 

Seperti kata pak Dwi suwiknyo. Penulis itu ibarat pak tani. Punya kesabarannya tinggi. Legowonya luar biasa. Gak peduli panennya gagal karena gak diterima naskahnya, tapi esok pagi ia menulis dan menulis lagi seperti pak tani yang riang turun ke sawah lagi. 

Wuiiiih...Keren, kan? Makanya aku pengen jadi penulis, tak mengapa jika tulisanku jelek. Semua tentu butuh proses. Sesuatu jika dilakukan secara berulang ulang hasilnya ins allah akan maxsimal. Dan seandainya Allah memperkenankan usaha ini, untuk menjadi penulis beneran. Saya berharap bisa membuat buku yang memotivasi seseorang untuk bisa mengupgrade karakternya. Supaya rahmat Islam cepat tersebar luas, saya juga berharap buku tersebut dibaca oleh banyak orang sehingga banyak cendikia agamis, sesudah membaca tak lupa mereka juga mau menulis. Saya juga berharap banyak pembaca yang punya ilmu pak tani, legowo dan tawakal. Yang terpenting menebar karya tentang hasil diserahkan pada Allah yang Maha Kuasa.

Meski ideku kurang kreatif, meski tulisanku kurang apik, aku ins allah tetap aktif, menulis menebar karya yang positif. Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Ayooo..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis bagiku adalah media untuk mengup grade karakterku sendiri. Katanya seperti teko jika isi teko adalah susu maka yang tertuang tak mungkin teh. Nah tidak mungkin tulisan yang baik lahir dari pribadi yang kacau. Tulisan juga cermin, alarm pengingat. &#8220;Tulisan saya selalu gini, kok pribadi saya bgini ya. Ah harus berubah&#8221;.  Dalam Al Quran sendiri dijelaskan orang yang memberi tau, tapi tidak mengerjakan ancamannya sangat berat.</p>
<p>Kedua, menulis itu buat aku pintar. Selain jadi rajin baca buku, kebiasaan menceritakan kembali dalam ide yang baru membuat otak kita mudah untuk merekam ilmu tersebut.</p>
<p>Ketiga, bagiku menulis itu membuat aku tak tertekan. Gejola apapun yang kurasa, marah, benci, senang, sedih, sayang semua tertuang dalam tulisan jadi aku gak stress merespon gejala hidup ini. </p>
<p>Seperti kata pak Dwi suwiknyo. Penulis itu ibarat pak tani. Punya kesabarannya tinggi. Legowonya luar biasa. Gak peduli panennya gagal karena gak diterima naskahnya, tapi esok pagi ia menulis dan menulis lagi seperti pak tani yang riang turun ke sawah lagi. </p>
<p>Wuiiiih&#8230;Keren, kan? Makanya aku pengen jadi penulis, tak mengapa jika tulisanku jelek. Semua tentu butuh proses. Sesuatu jika dilakukan secara berulang ulang hasilnya ins allah akan maxsimal. Dan seandainya Allah memperkenankan usaha ini, untuk menjadi penulis beneran. Saya berharap bisa membuat buku yang memotivasi seseorang untuk bisa mengupgrade karakternya. Supaya rahmat Islam cepat tersebar luas, saya juga berharap buku tersebut dibaca oleh banyak orang sehingga banyak cendikia agamis, sesudah membaca tak lupa mereka juga mau menulis. Saya juga berharap banyak pembaca yang punya ilmu pak tani, legowo dan tawakal. Yang terpenting menebar karya tentang hasil diserahkan pada Allah yang Maha Kuasa.</p>
<p>Meski ideku kurang kreatif, meski tulisanku kurang apik, aku ins allah tetap aktif, menulis menebar karya yang positif. Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Ayooo..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
